Minggu, 02 Agustus 2009

Teliti Uang yang Anda Terima

Hal ini lah yang sering kita lupa, mengecek keaslian uang yang kita terima. Sebenarnya hal ini sangat mudah dilakukan, tapi terkadang orang sering terlupa entah karena sebegitu senangnya menerima uang, atau memang karena kebiasaan, atau mungkin tidak tahu caranya,biasanya ini terjadi pada orang yang kurang pandai baca tulis atau orang yang usia tua.

Di beberapa media, pemerintah sering kali menyerukan slogan 3D untuk melakukan pengecekan uang, dilihat diraba ditrawang. yaitu DILIHAT jika dilihat terlihat gambar pahlawan di sisi polos selmbar uang, DITRAWANG jika ditrawang akan terlihat anyaman benang, DIRABA jika diraba selembar uang kertas akan terasa kasar. Slogan 3D adalah cara termudah untuk melkaukan pengecekan uang.

Cara lain untuk melakukan pengecekan uang adalah dengan melihatnya di bawah lampu ultraviolet. Dengan menggunakan lampu ultraviolet akan tampak gambar bersinar. Gambar tersebut berbeda di setiap nominal uang. Diantaranya peta Indonesia di nominal 100.000. Gambar orang menari di nominal 50.000. Rumah adat di nominal 10.000. Dan serial numbernya berubah warna dan menyala di setiap nominal uang. Uang palsu akan tampak menyilaukan jika dilihat dengan lampu ultraviolet.

Bagaimanapun cara yang ingin kita gunakan, yang penting adalah lakukan pengecekan setiap anda menerima uang kertas.

Permainanku Dulu Lebih Baik

Waktu itu belum ada yang namanya playstation(PS), Nintendo, dan sebagainya, kaloupun ada yang namanya Game watch aja udah yang paling wah. Jadi dulu kalo bermain adalah permainan tradisional yang kebanyakan dimainkan secara berkelompok. Sodor, Benteng, Genderan (kelereng), ampyang, Dampar, dan Banyak lagi yang lain(pastinya di daerah lain bisa berbeda namanya). Tapi sekarang anak anak lebih senang bermain dengan permainan import. PS, Nintendo, Bom Bom Car, Game online dan apalah itu namanya.

Sebenarnnya kalo dilihat dilihat dari segi manfaat permainan tradisional memiliki manfaat yang lebih ketimbang permainan impor. Dari segi sosial permainan tradisional melatih anak untuk bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Selain itu juga melatih kelincahan seorang anak, karena umumnya permainan terdisional mengandalkan kemampuan anak untuk bergerak, mengeksplor keaktifan mereka. dan juga melatih anak untuk berinteraksi dangan alam dimana anak jaman sekarang susah untuk mendapatkan yang satu ini, sulit untuk bercengkrama dengan alam liar, kalaupun ada untuk melakukannya saja mungkin harus bayar, karena semakin sempitnya alam liar dan semakin sempit, semakin sempit terus.

Dari segi dampak yang ditimbulakan permainan impor memiliki lebih banyak dampak negatif terhadap seorang anak, seperti merusak kashatan mata karena terlalu lama melihat layar monitor. Dampak lainnya adalah memerlukan energi listrik untuk melakukannya dimana dunia saat ini tengah dihadapkan pada persoalan krisis energi. Dan satu lagi yang paling penting., harga permainan impor tidak murah. Alatnya harus beli impor, listrik yang digunakan harus bayar, atau mungkin harus menyewa fasilitasnya di tempat rental.

Jadi permainan tradisional itu lebih bermanfaat dan lebih menguntungkan dari pada permainan modern yang kebanyakan diimpor dari luar negeri.

Cari Blog Ini

Blog lain